Rabu, 29 Desember 2010

Buku Pertamaku

Berawal dari socmed Twitter, saya follow beberapa penulis yang bukunya menjadi favorit saya. Seperti Dewi "Dedew" Rieka, Adenita, Asma Nadia, HTR, dll. Dari salah satu penulis itu (saya lupa siapa), saya kemudian kenal dengan apa yang dinamakan self publishing. Konsep dimana jika kita yang ingin tulisan kita dibukukan, kita harus berperan sebagai penulis, dan juga sebagai penerbit. Konsep ini bisa didapat di nulisbuku. Kita hanya perlu upload naskah sesuai template yang telah disediakan, kemudian kita promosikan buku kita sendiri. Melalui berbagai socmed, atau apa saja. Jika ada pemesanan, maka nulisbuku akan mencetak  buku kita. Jadi buku dicetak setelah ada pembeli. Humm, satu cara baru buat paperless.

Waktu saya follow @nulisbuku, saya dapat info bahwa sedang ada proyek #BeStrongIndonesia. Proyek antologi, dimana siapa saja boleh mengirimkan karyanya yang bertema "Be Strong Indonesia". Buku Be Strong Indonesia ini akan diterbitkan oleh nnulisbukudotcom. Saya juga pengen ikut, karena royalti dari penjualan buku itu, akan disumbangkan buat korban bencana (waktu itu Merapi dan Mentawai). Tapi sepertinya saya masih ragu, ngga PD lah, apa lah. Jadi saya batal ikut proyek #BeStrongIndonesia.

Ketika saya menulis ini, saya baru saja mengirimkan naskah untuk proyek antologi #Pelangi. Konsepnya sama persis dengan #BeStrongIndonesia. Hanya saja, untuk #Pelangi royalti akan disumbangkan ke panti asuhan.

Antologi, yah tak apa lah saya mulai buku pertama saya dengan antologi. Bukan ide yang buruk. Karya saya memang hanya 6 halaman saja. Tapi saya ingin antologi #Pelangi jadi awal buat saya mempublikasikan tulisan saya yang lainnya. Someday.

Semoga Allah dengar pintaku.


Asembagus, 29-12-2010 5:25
READ MORE - Buku Pertamaku

Selasa, 28 Desember 2010

Natal [Late Post]


Note
Lajnah: lembaga/komisi
Ikhtilaf: berbeda pendapat
Tahni-ah: ucapan selamat, ucapan turut berbahagia, dll
‘Izzah: kemuliaan

Sebenarnya beda kaum Nasrani dan Muslim tidaklah banyak. Nasrani mengimani Musa dan Isa, Muslimpun begitu. Jika Nasrani tambahkan satu nama, Muhammad, maka tak kan berbeda antara Nasrani dan Muslim. Nasrani mengimani Taurat, Zabur, dan Injil, Muslimpun juga mengimani. Jika Nasrani tambahkan satu kitab, Al-Quran, maka sungguh Nasrani dan Muslim tak terpisahkan. Sungguh kerahiban jadikan Nasrani lembut hati dan dekat pada kami, sementara Yahudi dan musyrik musuh terkeras kita (QS 5 : 82). Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi dalam hal keimanan, tak terlarang bagi kita untuk saling berbuat kebaikan (QS Al-Mumtahnnah : 8).

Karena itulah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan, itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. Namum kami (muslim) insyafi sepenuhnya, keyakinan yang kita pegang tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala yang tak bisa dipertemukan (QS Al-Kafirun : 6).

Dalam perbedaan ini, ijinkan kami tetap mencintai Isa dan Maryam, meski kami tak bisa paksakan kalian takjubi Muhammad. Ijinkan juga kami untuk membaca dengan berkaca-kaca betapa indahnya Surah dalam Quran yang berjudul Maryam, Gadis tersuci sepanjang jaman. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, dan Al-Quran kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam (QS 3 : 59). Termulialah Isa yang terlah berbicara dalam buaian Maryam. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, dan kelak dibangkitkan (QS 19 : 33).

Saudara Nasrani terkasih, kami mencintai Isa, Nabi, dan RasulNya. Ruh dan kalimat-Nya, yang di-tiuptumbuh-kan dalam rahim suci Maryam. Hari ini, kalian rayakanlah kelahiran Isa yang bagi kami 25 Desember agak membuat dahi kami berkerut. Sebab maryam, yang sungguh berat ujiannya itu, bersalin di saat kurma masak dan penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember. Maaf jika ini menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para sejarawan bahwa 25 Desember itu hari kelahiran Janus dan Mitra, Dewa Matahari.

Sungguh, ingin kami syukuri juga kelahiran Sang Ulul ‘Azmi nan istimewa, Isa. Tapi hati kami tak nyaman dengan hari ini. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati ‘tuk ucapkan salam natal. Ini harinya Janus dan Mitra, bukan harinya Isa.

Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju dan cemara, pohon sesembahan Eropa itu tak bisa kami paksakan untuk diubah seenaknya. Tinggal kini keinginan kami untuk membalas penghormatan yang telah kalian beri di Idul Fitri dan Idul adha, maka kami simak fatwa para ulama.

Sungguh agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya (QS 4 : 86). Yang disepakati para ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala hal yang bernilai ritual dan ibahnya (Fatwa MUI). Jika keterlibatan dalam kegiatan natal, yang bersifat ibadah dan ritual, disepakati keharamannya, maka para ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.

Yang memubahkan selamat natal contohnya: Dr. Musthafa Az Zarqa dan Dr. Yusuf Al Qaradlawy, yang menyebut tahni-ah tak terkait dengan aqidah. Tahni-ah natal, bisa menjadi dakwah. Maka tahni-ah natal yang diikuti komunikasi intesif adalah indah. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah natal ini. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.

Sedangkan Al Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah natal, sebab hal itu sama saja dengan meridhai aqidah keliru. Jadi ikhtilaf ulama terkait tahni-ah natal berada pada konteks pemaknaan kalimat tersebut.

Masing-masingnya lalu menemukan dalil. Ulama berfatwa sesuai konteks di sekitarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial dan yang melatarbelakangi fatwa yang berbeda ini. Lajnah Fatwa KSA dan Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tanpa nasrani. Sedangkan Al Qaradlawy dan Az Zarqa berfatwa untuk masyarakat majemuk.

Lantas bagaimana kita bersikap atas beda fatwa tahni-ah natal? Menurut As-Syafii, keluar dari perselisihan itu adalah sunnah. Dengan jernih hati dan mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan tertentu yang perlu dicermati. Ikhtilaf ahli ilmu insya Allah menjadi kemudahan yang tak sekedar benar tetapi juga tepat dan cerdas.

Akan ada yang menjalankan fatwa Al Qaradlawy dan Az Zarqa, contoh di wilayah yang muslimnya minoritas, atau dalam keluarga yang majemuk. Akan ada pula yang menjalankan fatwa Al Utsaimin, jika dalam posisi memelihara izzah akidah. Karena (menurut Abu Hanifah) yang terpenting bukan mengamalkan pendapat kami atau tidak, tapi mengetahui bagaimana kami menetapkan pendapat tersebut.

Maka dengan ilmu yang memadai, mari beramal yang terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita untuk jadi rahmat semesta.

READ MORE - Natal [Late Post]

Kamis, 23 Desember 2010

Kultwit Pernikahan by @asmanadia

Tulisan ini merupakan kumpulan kultwit dari Asma Nadia dengan hashtag pernikahan, yang saya rangkum jadi satu. Masih mentahan, mungkin suatu saat akan saya buat agar kata-kata lebih enak dibaca. Sekarang saya post aja dulu sebelum menguap :)

Apakah yang harus dilihat dari seseorang laki-laki yang datang dengan niat menikahi kita? Apa yang membuat kita perlu percaya akan sakinah bersamanya?
Banyak pertanyaan di kepala seorang muslimah, banyak dialog hati sebelum memutuskan menerima calon yang melamar.
  1. Tentang usia -- bukan perbedaan usia yang matters, tapi seberapa dewasa dia? seberapa siap dia ditempa ujian? ini penting!
  2. Penghasilan tak seberapa -- Pekerjaan/penghasilannya kini tak mencerminkan masa depannya. Alih-alih melihat penghasilan, saya akan mencoba melihat apakah dia gigih berusaha? apa dia pribadi yang rajin, ulet, teguh?
  3. Bagaimana dia memperlakukan saya setelah menikah? -- Bisa diamati lewat bagaimana dia memperlakukan Ibunya.
  4. Bagaimana pembelaannya terhadap umat? -- Saya ajukan syarat jika dia bersedia mengifakkan sebagian waktu saya yang menjadi miliknya, untuk umat.
Manfaatkan waktu ta'aruf (bagi yang tidak berpacaran) untuk mendapatkan info sebanyak-banyaknya tentang calonmu.
Kriteria lain saat memutuskan menerima pasangan hidup, apakah dia mempunyai impian besar dalam hidupnya.

Dalam pernikahan bukan kata cinta setiap hari yang kita butuhkan, akan tetapi bagaimana membuat kita merasa dicintai setiap hari.

Istri dan anak-anak membutuhkan lelaki yang pandai mengelola waktu dan kokoh dalam memproses impian keluarga.

Istri membutuhkan seseorang bukan yang selalu mengiyakan tetapi yang bisa membantu saya membuat keputusan.

Suami adalah calon orang tua dari anak-anakmu. Bisakah melihat figurnya sebagai ayah? Ini penting!

Menikah bukan persoalan ingin. Menjadikan oernikahan media ibadah yang menguatkan pasangan juga anak-anak ke jalan-Nya perlu kesiapan.

Jika seseorang itu belum dihadirkan, jangan pasif. Tapi juga jangan agresif mengejar. Tapi agresif untuk membuat diri makin layak di sisi-Nya. Orang yang baik akan mendapatkan orang yang baik pula.

Kenali calonmu dengan caranya membuat excuse. Alasan/dalih itu penyakit. Tidak sehat untuk diri dan tidak sehat untuk keluarganya.
READ MORE - Kultwit Pernikahan by @asmanadia

Minggu, 19 Desember 2010

Analogi Nyamuk

Dear Nyamuk,
boleh lah kau ada di tempat manapun di penjuru dunia ini. Tapi tolong jangan lah kau masuk diam-diam ke kamarku, sementara aku merasa sudah tak ada celah lagi untukmu.
Dear Nyamuk,
boleh lah kau menyelinap ke kamarku lewat celah yang aku sendiri tak pernah tahu. Tapi tolong jangan lah berkelebat disekelilingku.
Dear Nyamuk,
boleh lah kau modar-mandir di seputarku. Tapi tolong jangan lah ambil darahku barang setetes.
Dear Nyamuk,
boleh lah kau gigit tangan, kaki, atau apapun yang kau suka. Tapi tolong jangan lah kamu berdenging di telingaku seolah kau ingin ku temani begadang.
Dear Nyamuk,
Aku rasa sudah terlalu luas otoritas yang kuberikan di kamarku. Tapi kau tak pernah mengerti. Sudahlah lupakan kamarku. Bolehlah kau jelejahi dunia. Tapi tidak dengan kamarku.

READ MORE - Analogi Nyamuk

Jumat, 17 Desember 2010

Flat

Sedang merasa damai. Tak ada rasa menghentak-hentak. Tak ada bahagia berlebih. Tak ada cemburu meletup.
Tenang... Mengatur langkah masa depan. Mengayuh di temani riak. Namun aku tahu di depan bahagia menanti.
READ MORE - Flat

Rabu, 01 Desember 2010

Keep Writing, Be Creative, Be Productive

Jika kamu merasa ada sebuah ide yang rasanya perlu dituliskan, sebaiknya segera dituliskan. Entah itu hanya ringkasannya di kertas kecil, atau benar-benar menuliskan detilnya pada blog. Karena beberapa detik setelah ide itu melintas, perlahan dia akan menghilang. Mungkin tak akan sepenuhnya hilang, mungkin kamu akan tetap mengingat topiknya. Tapi tidak dengan poin-poinnya.

Seperti yang aku alami saat ini. Duduk di depan laptop, membuka blog dan telah terbuka halaman new post. Tapi ternyata aku bingung harus menuliskan apa. Aku pikir 1-2 hari yang lalu aku punya banyak ide untuk menulis. Tapi waktu itu aku sedang di depan televisi, dan sedang malas mengambil laptop (ataupun kertas) di kamar. Yap! Dan akhirnya lahirlah sebuah tulisan ini di siang bolong.

Ide adalah Rahmat-Nya, Rahmat-Nya Harus Kita Syukuri, dan Tidak Membiarkan Sebuah Ide Pergi Begitu Saja adalah Salah Satu Bentuk Syukur Kita kepada-Nya.
READ MORE - Keep Writing, Be Creative, Be Productive

Minggu, 28 November 2010

Life keeps on turning

Dear you, it's our final story, but my life keeps on turning :)

We’ve come to the final story
All of it has passed behind me
With my smile and now I’m ready
For my next step again

I know I can’t drown forever
I’ve got a life that I have to deal with
I believe that life keeps on turning
And I’m here just to wait and sing
Yes, I’m here just to wait and sing

Loosing you is not the end of the world
But it’s true that it definitely hurts
Loosing you is not the end of the world
But it’s true that it definitely hurts
That it definitely hurts!

When I wake up in the morning
One smile wipes away my yearning
A messages has come arriving
Secret admirer strikes again

And this life keeps on turning…
And that it definitely hurts!
And that it definitely hurts!
And that it definitely hurts!
And that it DEFINITELY HURTS!

*today is the day*
READ MORE - Life keeps on turning

Kamis, 25 November 2010

Jangan Mencari Terlalu Sempurna


sebuah catatan kecil yang ditulis melalui facebook. Originally posted by Fifid (udah hampir setahun kenal dia, tapi sampe sekarang saya gak tau, siapa nama asli/nama lengkapnya)

Jika kamu memancing ikan....Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia kembali ke dalam air begitu saja....Karena ia akan SAKIT oleh ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selama ia masih hidup.

Begitulah juga .........

Setelah kamu memberi banyak MENGHARAPKAN kepada seseorang...Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya....Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu....

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu. ...Apabila sekali ia retak.... tentu sukar bagimu untuk menambalnya semula.... Akhirnya ia dibuang....

Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH apa adanya....Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESALAHAN bukan mudah bagimu untuk menerimanya.... akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA bisa jadi hubunganmu akan TERUShingga ke akhirnya....Jika kamu telah memiliki sekepal nasi... yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu lengah, mencoba mencari makanan yang lain..Terlalu ingin mengejar KENIKMATAN lain.Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak bisa memakannya, dan akhirnya kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu. MENYAYANGIMU. ..MENGASIHIMU. ..Mengapa kamu berlengah, dan mencoba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain.

by: Mas Fifid (atau Pipit, entahlah...)
READ MORE - Jangan Mencari Terlalu Sempurna

Jumat, 19 November 2010

Love Reading

Entah sejak kapan saya mulai menyukai membaca. Terutama novel. Saya pikir membaca novel bukanlah sesuatu yang buang-buang waktu. Karena novel bukan hanya tentang cinta-cintaan, ataupun roman picisan. Kalaupun tentang cinta, jangan pilih novel yang 'norak'. Ada banyak pilihan novel cinta Islami.

Banyak hal yang bisa dipelajari, terutama dari karakter dan cara pandang masing-masing tokoh di novel itu. Biasanya sih selalu ditonjolkan sifat-sifat baiknya. Tapi justru dari situ saya belajar untuk menjadi 'tokoh yang baik' dalam 'novel kehidupan'. Terus berusaha jadi tokoh yang tanpa cela, walau itu tidak mungkin, karena manusia pasti punya kekurangan.

Beberapa novel yang banyak menginspirasi saya adalah 5cm, Mana Bidadari Untukku, dan Negeri Van Oranje (tentang persahabatan dan cinta), Tetralogi Laskar Pelangi, 9Matahari, Cinta-Mu Seluas Samudra, Left to Tell, dan Negeri 5 Menara (tentang perjuangan hidup), I Can (not) Hear dan Asa Malaikat Mungilku (tentang perjuangan penderita penyakit ganas).

Belakangan saya tidak hanya hobi menelusuri rentetan huruf dalam novel. Tapi juga berbagai buku motivasi dan psikologi Islami saya lahap. Karena dari buku-buku seperti itu saya menemukan cara yang lebih ampuh untuk menegur tiap karakter antagonis yang kerap melekat di diri saya. Beberapa buku itu antara lain berbagai Catatan Hati... (oleh A. Nadia), berbagai Laa Tahzan for... (oleh A. Nadia), dan 1 Tiket ke Surga 1&2 (oleh Zabrina).
READ MORE - Love Reading

Sabtu, 30 Oktober 2010

Hey You! Yes, You...

Dear Mr. Right...
I think you were there. I think you have told me that you're waiting for me. But in a fact, he was not you. he was Mr. Wrong. He can’t give me the answer. And I ain't sorry.

Dear Mr. Right...
I know i should rove arround the world to find you. As i have done yesterday. No, it wasn’t done. Because i haven’t found you.

Dear Mr. Right...
If in the middle of my journey, i found Mr. Wrong that i guess it’s you, please give me appology. I will continue my journey and left him to find you.

Dear Mr. Right...
if i’m in fatigue limit, let me end my journey. If i’m in the top of my pain, would you continue our journey. Journey to found each other. Would you pick me up. Would you bring me to your castle.

Dear Mr. Right...
If we are in a day that we’ve found each other,let me be your fairy heaven. Let me in your side until He Says “no!”. Let me loving you because of HIM.

Dear Mr. Right...
If Allah say “yes” for us, would you keep me in love with HIM, our Creator. Would you keep me in adore with HIM, our Prophet. Would you be my reminder if i’m not in HIS way. Would you guide me to HIS Heaven.
READ MORE - Hey You! Yes, You...

Jumat, 22 Oktober 2010

Siapa yang Tuli?

Ini adalah satu cerita menggelitik, namun penuh hikmah. Aku baru saja mendapatkannya di buku karangan Zabrina A. Bakar, yang berjudul Satu Tiket ke Surga

Kisah seorang suami yang merasa istri tercintanya mengalami masalah serius yaitu ketulian. Seringkali sang istri tidak menjawab ketika mereka sedang mengobrol. Untuk itu sang suami memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter keluarga, bagaimana cara menguji sang istri dengan cara yang paling halus. Karena sang suami tidak ingin sang istri tersinggung dengan mengajaknya memeriksakan diri ke dokter. Dokter menyarankan agar menguji dengan cara berbicara dengan nada normal pada jarak 30 langkah. Jika tidak menjawab, mendekatlah perlahan sambil mengulang pertanyaan yang sama.

OK, menurut sang suami cara itu cukup halus untuk menguji. Sesampai di rumah, istrinya sedang memasak. Sang suami mengira-ngira jarak 30 langkah yang dimaksud dokter. Ya, segini kurasa cukup, 30 langkah. Dan sang suami bertanya “hari ini menu kita apa Sayang?”. Tak ada jawaban, sang suami mendekat perlahan sambil terus mengulang pertanyaan itu. Sampai pada jarak yang sangat dekat, sang suami berbisik di telinga sang istri, masih dengan pertanyaan yang sama. Sang istri menoleh dan dengan agak kesal menjawab “ya ampuuuuun, untuk kesepuluh kalinya, Sayaaaang. Aku masak semur daging hari ini!”.

Aku terbahak pertama kali membaca cerita ini. Sang suami merasa sang istri tuli, ternyata sebenarnya dialah yang tuli. Dia begitu mudah menuduh sang istri, tanpa menganalisa terlebih dahulu siapa sebenarnya yang bermasalah.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita pernah merasa bahwa “istri” kita “tuli”? Astaghfirullah... Ternyata aku begitu sering mengira “istri”ku “tuli”. Sederhananya, begitu seringnya kita menyalahkan orang lain atas kesalahan yang sesungguhnya bersumber dari diri kita sendiri. Ketika suatu masalah tiba-tiba muncul, yang muncul dibenak kita adalah “siapa”. Ya, siapa penyebabnya. Dan usaha untuk menemukan “siapa” nyaris tak pernah gagal. Yang pasti sedikit sekali yang menemukan jawabannya berupa “aku”. Mungkin sebaiknya kita perlu menyimak ini:

Barangsiapa melakukan kesalahan atau berbuat dosa, kemudian melontarkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka ia memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (QS. An-Nisa 4:112)

Astagfirullah, ini peringatan yang sangat menyentakku. Memikul kebohongan, itu sesuatu yang membuatku bergidik. Dan memikul dosa yang nyata, siapakah yang sanggup memikul dosa yang kita sendiri sadari bahwa itu adalah dosa.

“ketika telunjuk kita mengarah pada orang lain, maka empat jari yang lain mengarah pada diri kita sendiri”
READ MORE - Siapa yang Tuli?

Minggu, 17 Oktober 2010

Takkan Berpaling dari-Mu

Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang-bintang
Dan mulai turun setetes air langit dari tubuhnya
Tanpa sadar nikmatnya alam karena kuasa-Mu
Yang tak kan habis sampai di akhir waktu perjalanan ini

Trima kasih ku padamu Tuhanku
Tak mungkin dapat terlukis oleh kata-kata
Hanya Dirimu yang tahu besar rasa cintaku pada-Mu
Oh Tuhan anugerah Mu tak pernah berhenti
Selalu datang kepadaku Tuhan semesta alam
Dan satu janjiku tak kan berpaling dari-Mu
READ MORE - Takkan Berpaling dari-Mu

Jumat, 15 Oktober 2010

MyDearestPal's Wedding (Part 1-Indri) 10-10-10

Sepenggal kisah tentang pernikahan salah seorang sahabat lamaku. Kami berlima -Indri, Rusta, Lola, Mitha, dan Shanti- pernah bertanya-tanya ketika kami SMA, "kira-kira siapa ya diantara kita yang nikah lebih dulu?". Dan di terjawablah sudah pertanyaan itu, tepat pada 10-10-2010. Yuli Indriyani yang (kebetulan) tertua diantara kami mengakhiri masa lajangnya. Menikah dengan salah satu sahabatku, yang juga teman SMA kami, Dimas Abdillah. Ahh, turut berbahagia rasanya melihat senyum bahagia mereka, kedua sahabatku. Barakallah...
READ MORE - MyDearestPal's Wedding (Part 1-Indri) 10-10-10

Rabu, 15 September 2010

Menikmati Masa

(originally wrote @ 8th of June)
Tertawa lepas dengan mereka yang ku sayang, seraya bergumam sedih dalam hati, nikmatilah masa-masa ini yang akan kita rindukan kelak. Tersenyum tipis melihat kekonyolan kalian, seraya bergumam dalam hati, kekonyolan ini yang akan membuatku merindukan kalian. Menatap jauh menerawang, menayadari bahwa detik ini tak akan kembali, seraya tetap bergumam dalam hati, detik ini yang akan kurindukan di masa depan. Berbicara dari hati ke hati, bertukar pikiran, seraya menggumamkan hal senada, aku akan merindukan nasihat-nasihatmu jika aku menangis kelak.

Sampai masa ini pun akupun tetap suka menikmati masa. Bersiap pulang untuk beristirahat, namun kalian membuatku menoleh sejenak. Menerawang dari lantai tertinggi gedung ini. Menatap gemerlap lampu-lampu kuning. Terdengar salah satu dari kalian bergumam sedih, “jika kalian tak lagi di sini, bagaimana denganku? Siapa yang akan menemaniku?”. Ahh… kawan, ternyata kalian juga suka menikmati masa.


Sekarang aku masih di lantai tertinggi gedung ini. Tak sedang bersama kalian. Walaupun kalian belum benar-benar pergi dari hari-hariku, namun aku merasakan masa untuk melepas kalian, semakin terlihat jelas. Melihat kota sesak ini dengan sedikit luka. Kota ini mengajarkanku banyak hal. Mengenalkanku pada kalian. Manusia-manusia unik, manusia-manusia bukan tanpa kekurangan. Tapi justru dari kekurangan kalian, aku belajar. 

Masih menatap gemerlap malam kota ini. Teringat masa lain, dimana kalian berkata dengan nada sedikit bersorak “lihat itu kawan, itu gedung yang biasa kita lewati, kalian tahu kan? Ternyata kita bisa lihat dari sini”.

Harusnya kalian mengerti, aku selalu menyayangi kalian. Walaupun tak pernah aku ungkapkan berlebihan (seperti yang selalu kalian lakukan--konyol, menyebalkan, tapi ternyata kelak aku juga akan merindukan tingkah bodoh kalian itu). Tak pernah berubah sayang ini, sejak sebelum aku melihat kekurangan kalian, ketika kalian melakukan hal bodoh yang menyakitiku, ketika kalian meminta maaf dan menyesal telah menyakitiku, hingga saat ini saat semuanya kembali mesra seperti dahulu. Aku masih tetap menyayangi kalian.

Aku yang suka menikmati masa, menyadari takkan ada yang sanggup menjadi seperti kalian di hatiku. Aku ingin kalian tetap seperti ini. 

Aku suka menikmati masa

READ MORE - Menikmati Masa

Minggu, 12 September 2010

Lihat Sekitar Kita

Disekitar kita masih banyak
adik kecil yang tak bisa
nikmati indah
Masa kecilnya hidup
bersimbah peluh di terik
matahari berjuang
Untuk hidup dan mungkin
'tuk cita-citanya
Ooo...tengoklah
mereka...ooo...berikan setitik
cintamu...
Saatnya kita peduli pada nasib
mereka
Sisihkan yang kita punya
untuk bantu mereka
Jangan pernah lupa kita
semua sama
Kar'na manusia semua
ciptaan Yang Maha Kuasa
Semoga Yang Maha Cinta
dengar doa mereka
Turunkan...cinta,karunia dan
anugerah-Nya...
READ MORE - Lihat Sekitar Kita

Sabtu, 04 September 2010

Terlalu Dini

Terlalu pagi aku terjaga
Terjaga karena mimpi yang melenakan
Beringsut perlahan mempersiapkan hariku
Mimpi itu terus terbayang
Sungguh ingin aku raih
Mimpi itu menggangguku sepagian
Sebaiknya aku ke sana, mengejarnya!
Ya... Aku pergi, Aku ke sana menghampiri mimpiku
Ahh, Aku salah...
Mimpi itu memang ada di sana
Tapi sepagi ini terlalu sulit meraihnya
Sepi... Hening di sana
Namun riuh rendah para pemimpi lain yang menghalangi
Sebaiknya Aku pulang
Tak baik berlama-lama di sini
Mengharap mimpi itu jadi milikku
Namun terlalu rentan untuk diraih
Sebaiknya Aku pulang
Menunggu di rumah
Seraya siapkan hariku
Siang nanti aku pasti kembali
Saat para pemimpi lain tak lagi di sana
Saat mentari memeluk bumi dengan hangatnya
Aku akan di sana
Karena aku yakin mimpi itu hanya milikku
Bukan mereka...
READ MORE - Terlalu Dini

Kamis, 02 September 2010

Tak Pernah Putus

Syukurku pada-Nya atas rasa cinta yang tak pernah putus dari kalian, para sahabat, kawan, kakak, dan juga adik. Terkadang satu dua dari kalian 'berhenti' mencintaiku. Namun tak lama selalu berganti dengan cinta sebagian lain dari kalian.

Sedih memang saat menyadari ada yang 'berhenti' mencintaiku. Namun selalu terobati oleh cinta lain. Walau kenyataanya luka ini tak pernah benar-benar sembuh. Aku ingin selalu membuat kalian, para sahabat, kawan, kakak, dan juga adik untuk selalu mencintaiku. Tapi ternyata tidak bisa untuk memaksakan hati. Dan itu sama sekali tidak perllu aku lakukan -walau ingin.

Begitu seringnya terjatuh, membuatku belajar utnuk tak menggubris rasa sakitnya. Bahkan saat terjatuh dari ketinggian yang tak terhingga, aku mencoba mengabaikan sakitnya.

Sabar dan ikhlas, begitu pesan salah satu dari kalian. Dan juga Istiqomah, kata seorang yang lain.
READ MORE - Tak Pernah Putus

Jumat, 06 Agustus 2010

Katakanlah

Lagi suka sekali dengan lagu yang satu ini, Katakanlah-Drive. Sepertinya cocok banget buat DIA yang sedang "terdiam", entah kenapa. Here it is....

Seakan menahan matahari 'tuk kembali
Melakukan hal yang tak mungkin
Menelusuri jalan pikiranmu saat ini
Membuat ku tak berhenti berpikir

Apa yang telah berubah sikapmu padaku
Oh adakah yang ku tak pernah tahu
Jika ada sesuatu yang membuatmu gelisah

Yang kau ingin katakanlah
Yang kau mau katakanlah padaku
Tak ingin kau merubah keadaan ini
Aku merindukan kamu yang dulu

Apakah ku harus meninggalkan semua
Kehidupanku semua yang tak kau suka
Apakah ku harus tak lagi menjadi diriku

Ku berikan waktu untuk berpikir
Cara mengatakannya padaku
Ku ingin kau tahu ku takkan berubah

Yang kau ingin katakanlah
Kau mau katakanlah padaku

Kau ingin katakanlah
Kau ingin katakanlah
Tak ingin kau merubah keadaan ini
Aku merindukan kamu yang dulu

Kamu yang dulu
READ MORE - Katakanlah

Kamis, 05 Agustus 2010

Netherland


-->
Hangout kemarin bikin perasaanku gak tenang. Padahal seharusnya aku senang-senang. Kulineran, nonton rame-rame. Huffft… Feel guilty, entah sama siapa. Membayangkan hari ini akan di kamar sendirian, gak ada kerjaan, gak ada akses internet. Ditambah lagi “Negeri Van Oranje” sudah tinggal satu bab terakhir. Padahal itu buku yang bisa buat aku tenggelam, bisa buat aku bermimpi untuk menjadi seperti mereka. Pasti akan buat perasaanku lebih tidak tenang lagi.
Akhirnya mulai terpikir untuk ke Gramedia. Menimbang-nimbang kira kira Gramedia mana yang mudah di akses. Naik motor, jelas belum berani. Selain takut karena belum punya SIM, aku juga masih takut nyetir di jalan protokol. Beberapa pilihan ide yang sempat tercetus:
1.       Gramedia Galaxy. Naik motor sepertinya bukan ide buruk. Jalanannya gak terlalu ramai dan gak terlalu jauh dari kos. Humm… Tapi yakin gak ada polisi yang bakal periksa driver licence?
2.       Gramedia TP. Lumayan tuh, sekalian cuci mata di TP. Angkotnya hanya dua kali. Dari kos naik O, terus pindah E. Tapi kok jauh banget ya?
3.       Gramedia Expo. Koleksinya lengkap, waktu itu pernah dapat buku yang gak didapat di Gramedia lain, ternyata ada di Gramedia Expo. Angkotnya masih sama, O terus pindah E. Karena emang Gramedia Expo dekat banget sama TP, itu berarti sama jauhnya dengan TP.
4.       Gramedia Royal. Nah… Yang ini lumayan bisa irit ongkos angkot. Cuma sekali naik P udah langsung nyampe. Tapi jangan salah, walaupun cuma sekali tapi sama jauhnya dengan TP dan Gramedia Expo.
5.       OK tinggal satu pilihan yang aku tahu. Gramedia Delta! Yap, sepertinya ini yang paling pas. Gak sampe 30 menit udah bisa sampe Gramedia. Angkotnya, masih seperti ke TP dan Gramedia Expo, O kemudian E
Pilihan pertama tertuju pada buku di rak “Buku Laris”. Ada buku dari FLP, penerbit kesukaanku karena selalu menampilkan buku-buku islami yang tidak menggurui, tapi mengena. Tapi kok gak ada yang gak disegel ya. Semua masih terbungkus plastik rapi (niatnya memang gak mau beli, tapi numpang baca GRATIS).
Totto Chan, kisah tentang anak kecil yang menjadi duta kemanusiaan anak PBB. Di situ dia menceritakan penderitaan anak-anak di negara miskin. Sudah sempat baca beberapa bab waktu di Gramedia Pejaten, tapi belum tuntas. Ternyata di sini juga masih tersegel rapi. Tidak mengijinkanku untuk memenuhi rasa penasaran, kelanjutan cerita dari si Totto Chan.
Bergeser ke rak “Buku Islam”. La Tahzan for Mother, udah baca. La Tahzan for Broken Hearted Muslimah, udah beli. La Tahzan for Jomblo, ini kan buku udah lama banget. Humm… Walaupun udah lama tapi kan aku belum baca. Oke lah, coba ini dulu.
Di La Tahzan for Jomblo berhasil menemukan kalimat bagus, “Just face what is real and never feel what is unreal. And keep on aiming at the ideal, and be thankful what you have”.
Bosan dengan La Tahzan for Jomblo, pindah ke toko buku lain, Gunung Agung. Ternyata koleksinya tidak selengkap Gramedia walaupun harganya relatif lebih mahal. Tapi hey, tunggu!! FLP Belanda?? Penasaran dengan buku yang mereka karang kali ini. “Catatan Muslimah Belanda”, wah masih tentang Belanda. Seperti novel Negeri Van Oranje yang sebentar lagi khatam aku baca. Setelah aku cari-cari ternyata juga masih tersegel semua. Tapi aku sangat penasaran dengan isinya. Okelah pilihannya hanya satu, buy it Shan!
Jadilah malam ini, di tempat tidur yang sama sekali tidak empuk, aku kembali ‘berpetualang’ ke Belanda. Bandara Schiphol, Utrecht, Amsterdam, Leiden, Rotterdam, Keukenhof, Den Haag, Delft, dan beberapa kota lain yang belum aku “kunjungi” lewat “Negeri Van Oranje”.
Netherland, someday I will be there! Mendadak aku memutar balik haluan cita-citaku dari Perancis. Belanda telah berhasil memukauku.
READ MORE - Netherland

Selasa, 27 Juli 2010

DIAM

Diam bukan tanpa sebab
Diam bukan tak melakukan apapun
Diam untuk mencari jawaban
Diam untuk meneguhkan hati
Diam bisa berarti menguji
Diam bisa berarti memohon
Diam juga bisa mencari petunjuk
Diam juga bisa memberi kesempatan
Diam tak lantas menyerah
Diam tak lantas pasrah
Diam dan terus diam seraya terus berucap pinta pada-Nya

Begitu kuterjemahkan diammu
Diam yang begitu tiba-tiba
Diam yang mungkin karena tutur salahku
Ku yakinkan diriku bahwa ini hanya sementara
Ini bukan berarti “tidak”
READ MORE - DIAM

Sabtu, 24 Juli 2010

Teruntuk Calon Suamiku


Wahai Engkau yang Maha Mengetahui...
Siapapun suamiku kelak, berikanlah dia kekuatan untuk selalu mencintai-Mu dan mencintai Rasulullah SAW.
Berikanlah kekuatan padanya agar selalu menjadikan-Mu yang nomor satu di hatinya.
Berikanlah kekuatan padanya agar selalu mencintaiku setelah Engkau dan Rasulullah SAW.
Berikanlah kekuatan padanya agar selalu mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan Rasulullah SAW.
Berikanlah kekuatan padanya agar selalu berjalan di jalan-Mu.
Berikanlah kekuatan padanya agar selalu memperjuangkan Agama-Mu
Berikanlah selalu ridha-Mu dalam setiap langkahnya.
Lindungilah dia dari segala bisik durhaka syaitan.

Wahai Engkau yang Maha Mendengar...
Berikanlah kekuatan pada hamba untuk senantiasa mendampinginya.
Berikanlah kekuatan pada hamba untuk mencintainya setelah Engkau dan Rasulullah SAW.
Berikanlah kekuatan pada hamba untuk menjadi cahaya baginya.
Berikanlah kekuatan pada hamba untuk menjadi penopang saat dia rapuh.
Berikanlah kekuatan pada hamba untuk menjadi penyejuk hatinya.
Berikanlah kekuatan pada hamba untuk senantiasa mengingatkannya saat dia lalai dari-Mu.
Lindungilah kami Ya Rabb.
Curahkanlah selalu rahmat dan berkah-Mu.
READ MORE - Teruntuk Calon Suamiku

Aku dan 406

Ini tentang kumpulan-kumpulan orang yang berpengaruh di penghujung perjalananku meraih gelar sarjana

Melewati masa-masa sulit bersama, membuat kami selalu merasa dekat



Berbagi tawa bersama
Dan saling mendukung saat terjatuh
Inilah pria-pria tampan yang luar biasa
Inilah wanita-wanita cantik yang senantiasa tangguh


Dan inilah kami calon-calon penakluk dunia. Yang lahir dari ruangan tertinggi di Kampus Elektro kami, 406...

READ MORE - Aku dan 406