Jumat, 19 November 2010

Love Reading

Entah sejak kapan saya mulai menyukai membaca. Terutama novel. Saya pikir membaca novel bukanlah sesuatu yang buang-buang waktu. Karena novel bukan hanya tentang cinta-cintaan, ataupun roman picisan. Kalaupun tentang cinta, jangan pilih novel yang 'norak'. Ada banyak pilihan novel cinta Islami.

Banyak hal yang bisa dipelajari, terutama dari karakter dan cara pandang masing-masing tokoh di novel itu. Biasanya sih selalu ditonjolkan sifat-sifat baiknya. Tapi justru dari situ saya belajar untuk menjadi 'tokoh yang baik' dalam 'novel kehidupan'. Terus berusaha jadi tokoh yang tanpa cela, walau itu tidak mungkin, karena manusia pasti punya kekurangan.

Beberapa novel yang banyak menginspirasi saya adalah 5cm, Mana Bidadari Untukku, dan Negeri Van Oranje (tentang persahabatan dan cinta), Tetralogi Laskar Pelangi, 9Matahari, Cinta-Mu Seluas Samudra, Left to Tell, dan Negeri 5 Menara (tentang perjuangan hidup), I Can (not) Hear dan Asa Malaikat Mungilku (tentang perjuangan penderita penyakit ganas).

Belakangan saya tidak hanya hobi menelusuri rentetan huruf dalam novel. Tapi juga berbagai buku motivasi dan psikologi Islami saya lahap. Karena dari buku-buku seperti itu saya menemukan cara yang lebih ampuh untuk menegur tiap karakter antagonis yang kerap melekat di diri saya. Beberapa buku itu antara lain berbagai Catatan Hati... (oleh A. Nadia), berbagai Laa Tahzan for... (oleh A. Nadia), dan 1 Tiket ke Surga 1&2 (oleh Zabrina).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar